Gadis itu terdiam sesaat, dia mencoba menerima keadaan, masih melamun dan mencoba menghiraukan apa yang ada.
Dia menyadari sahabatnya yang menjauh darinya, ia hanya dapat meneguk air liurnya sendiri, mencoba menerima, disaat sahabatnya lebih memilih untuk bersama yang lainnya, dan gadis ini pun tidak bisa memaksa, inilah takdir.
Gadis itu mncoba untuk menerima sisi baiknya, ia bepikir 'Sahabatku bukan hanya dia, kok, aku berharap, seminimal-minimalnya, ia masih menganggapku sebagai sahabtnya.' batin gadis itu, ia masih terdiam terpaku 1000 kata di tembok yang dingin -sedingin hatinya,
-Teererereret-
Bel pun telah berdering, dan para murid mau tidak mau harus kembali masuk ke kelas, termasuk gadis manis ini.
"Kau tak apa?" Tanya seorang gadis yang lainnya kepada gadis ini.
"Sure." jawabnya singkat, kita sudah tahu, bukan, dia sedang tidak mood.
'Apa aku pernah menyakitinya? Atau kata-kataku menyinggung? Ah, entahlah! Ini semua membuatku mendadak gila!' ujarnya dalam hati, ia mencoba menenangkan pikirannya engan menundukan kepalanya ke atas tangan lembutnya, dan memejamkan mata beberapa menit, sampai seorang guru memasuki kelas tsb.
Horee selesai juga, ada sequel/lanjutannya lagi ahh! *Ga ada kerjaan sih!*
Leave a commment pleasssee!!!
Here's my first blog. Not a good blog. But I'll try my best to make it interesting. Enjoy. Follow me at Twitter -> @Sekarhr
Thursday, March 10, 2011
Wednesday, March 9, 2011
Today!
Gadis itu hanya terdiam, menoleh ke kiri-ke kanan, entahlah apa yang ia cari.
Ia menyender di tembok dekat pintu kelasnya dan dekat pagar yang ia genggam erat-erat, sekali-kali, ia meneguk air liurnya, entahlah, ia hanya terdiam mendengar percakapan teman-temannya, sepertinya ia sedang tidak tertarik.
Berkali-kali ia menoleh ke belakang, dan wajahnya memerah tanpa sebab, jantungnya berdetak dengan kencang, dan ia segera menatap ke depan, tidak, ia menatap ke bawah, ia melihat orang-orang yang tetawa ria, yang memakan jajanan mereka, dan banyak lagi yang dikerjakan para orang di bawah sana.
Sesekali, ia melangkahkan kakinya ke kelas kesayangannya, dan ia kembali berjalan keluar, dan tetap, kita tidak tahu apa yang kini ia cari, sekarang.
Ia tersenyum kecut menatap sahabatnya yang tidak bersamanya sekarang, ia mencoba memalingkan pandangannya ke sesuatu yang lebih menarik walau hasilnya, ia tidak mendapat apa-apa.
Sesekali, ia memanggil sahabatnya yang lainnya, berbincang sebentar, dan terdiam kembali... Sebenarnya, ia tidak ingin seperti ini, tapi, bagaimana... ini adalah takdir...
ia merasa, ada yang berbeda dengan sahabatnya, yang semakin lama terasa semakin menjauh, tetapi ia tetap sabar dan tabah walau toh, ia terdiam sendiri di sini tanpa teman...
hahaha, sekian... maaf gaje xD... leave a comment pleaseeee!
Ia menyender di tembok dekat pintu kelasnya dan dekat pagar yang ia genggam erat-erat, sekali-kali, ia meneguk air liurnya, entahlah, ia hanya terdiam mendengar percakapan teman-temannya, sepertinya ia sedang tidak tertarik.
Berkali-kali ia menoleh ke belakang, dan wajahnya memerah tanpa sebab, jantungnya berdetak dengan kencang, dan ia segera menatap ke depan, tidak, ia menatap ke bawah, ia melihat orang-orang yang tetawa ria, yang memakan jajanan mereka, dan banyak lagi yang dikerjakan para orang di bawah sana.
Sesekali, ia melangkahkan kakinya ke kelas kesayangannya, dan ia kembali berjalan keluar, dan tetap, kita tidak tahu apa yang kini ia cari, sekarang.
Ia tersenyum kecut menatap sahabatnya yang tidak bersamanya sekarang, ia mencoba memalingkan pandangannya ke sesuatu yang lebih menarik walau hasilnya, ia tidak mendapat apa-apa.
Sesekali, ia memanggil sahabatnya yang lainnya, berbincang sebentar, dan terdiam kembali... Sebenarnya, ia tidak ingin seperti ini, tapi, bagaimana... ini adalah takdir...
ia merasa, ada yang berbeda dengan sahabatnya, yang semakin lama terasa semakin menjauh, tetapi ia tetap sabar dan tabah walau toh, ia terdiam sendiri di sini tanpa teman...
hahaha, sekian... maaf gaje xD... leave a comment pleaseeee!
Subscribe to:
Comments (Atom)
